Beranda

“Di Atas Jembatan”

merupakan blog khusus tulisan-tulisan fiksi Chen Chen.

Sejak tahun 2011 dipisahkan dari blog “Dunia Chen Chen.”

PERNYATAAN:

Dengan ini menyatakan bahwa setiap cerita yang disampaikan merupakan cerita fiksi.

Nama-nama tempat dan nama-nama tokoh barangkali sebagiannya nyata atau benar-benar ada, tetapi seluruh cerita yang dipaparkan adalah benar-benar fiksi (kendati menggambarkan suatu keadaan, kondisi ataupun situasi yang relevan dengan kenyataan saat ini) dan tidak ada kaitan dengan tempat atau tokoh-tokoh terkait.


Selamat Membaca….!!!


Salam manis dan hangat,


Chen Chen

Senarai Cerpen

  1. Sya’ban
  2. Bola Api Yang Bergulir
  3. Padang Bunga Wang dan Ma
  4. Kerinduan Jenell
  5. Pak Mangkok
  6. Anak Perempuan Ketujuh

Senarai Cerber

CERBER 1:  TRILOGI REUNI

  1. Awan Kelabu (Klik: Sinopsis)
  2. Rumah Merah (Klik: Sinopsis)
  3. Bunga-bunga Cina (Klik: Sinopsis)

Sinopsis Cerber

SINOPSIS :

Awan Kelabu

(Cebisan Pertama Novel “Reuni”)


Park-Hang-Ryul

Awan Kelabu bercerita tentang Sri Susilodewi Ariadini (Sri) seorang gadis keturunan Tionghoa peranakan yang lahir di Jakarta. Pada umur 12 tahun, Sri bersama segenap keluarganya pindah ke Penang, Malaysia, mengikuti sang ayah yang diundang sebagai dosen tamu di universitas setempat. Mereka tinggal di sana selama lima tahun. Sri bersekolah di sekolah menengah negeri Hamid Khan selama lima tahun.

Di Hamid Khan, Sri berkawan dengan murid-murid dari beragam etnis, bahasa dan agama. Ketika duduk di kelas tiga, Sri dan teman sekelasnya, Khoo Hong Foo saling jatuh cinta dan diam-diam menjalin hubungan cinta di luar sekolah. Hong Foo adalah putra seorang konglomerat dan psikiater terkemuka. Hubungan yang mereka jalin selama lebih dari dua tahun mengalami berbagai konflik, terutama bersumber dari perbedaan latar belakang etnis dan keyakinan masing-masing. Sri, si gadis “Melayu” yang tidak hanya cantik dan cerdas, tetapi juga selalu mendapat peringkat tertinggi dalam ujian pengetahuan agama, disukai oleh banyak murid pria Melayu dan India. Hong Foo, si pemuda Cina yang tampan, cerdas dan kaya raya, mempesona banyak gadis di sekolah mereka. Pada akhirnya, Sri memutuskan untuk berpisah dari Hong Foo dan kembali ke Indonesia.

Setelah kembali ke Indonesia, Sri melanjutkan kuliah di IKIP Jakarta dan Unpad. Sebelumnya, ketika masih di IKIP (sekarang UNJ) Sri bertemu dengan Awan, seorang pemuda keturunan Tionghoa yang bagi Sri sangat mirip dengan Hong Foo, di suatu lembaga kursus bahasa Perancis. Awan adalah putra seorang konglomerat yang sedang diburu oleh polisi karena tindak korupsi. Keduanya kemudian sama-sama diterima masuk di Unpad dan sama-sama melanjutkan kuliah di FISIP. Mereka kemudian menjalin persahabatan yang cukup intim. Kendati Awan jatuh cinta pada Sri, tetapi hubungan mereka tidak lebih dari sepasang sahabat karib. Kendati mereka mengikuti kegiatan ekstra kurikuler yang secara ideologis saling berseberangan, tetapi persahabatan mereka lambat laun semakin erat seperti ikatan persaudaraan.

Hubungan persahabatan yang tumbuh menjadi ikatan persaudaraan ini timbul semenjak mereka mengalami peristiwa Mei 1998, yang telah mengorbankan saudara-saudara Awan dan ibu kandungnya. Tidak hanya itu, Awan semakin membenci ayahnya.

Awan Kelabu menceritakan konflik batin Sri, seorang gadis keturunan peranakan Tionghoa, yang tidak ingin sepenuhnya dicap Melayu, kegelisahan dan kemarahannya pada segala masalah diskriminasi rasial. Awan Kelabu bercerita tentang konflik batin Awan, sang pemuda Tionghoa yang ingin mengingkari keTionghoaannya karena segala diskriminasi yang pernah ia alami. Awan Kelabu bercerita tentang cinta Hong Foo yang tulus dan kehidupan remaja berbagai etnis di Malaysia yang dialami Sri, yang telah membuka kesadaran Sri akan masalah rasial di seantero bumi Melayu.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.